1. Home
  2. Berita

Buka Puasa dan Santunan

08 Juli 2015

Anak yatim begitu dimuliakan dalam Islam. Bukan hanya Rasul, bahkan Allah pun begitu memuliakannya. Beberapa ayat-ayat-Nya dalam Al-qur’an, memerintahkan kita untuk menyantuni dan menyayangi anak-anak yatim. Bahkan dalam salah satu ayat-Nya, termasuk orang-orang yang mendustakan agama itu adalah orang yang menghardik anak yatim (Al Ma’un: 2).

Rasulullah Muhammad SAW pun sangat menyayangi anak-anak yatim. Tapi bukan hanya anak-anak yatim saja yang disayangi Rasulullah. Orang-orang yang menyanyangi, menyantuni ataupun menghidupi anak yatim pun, sangat dicintai Rasulullah. Rasulullah memuliakan orang-orang yang memelihara anak yatim. Seperti dalam sebuah hadist, Beliau bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari)

Berangkat dari sinilah, sekaligus belajar untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap sesama, kemarin pada hari kamis tanggal 02 Juli 2015 Badan Pelayanan Perizinan Terpadu melakukan buka bersama sekaligus santunan Anak Yatim. Acara tersebut dilakukan di Kantor BPPT dan di hadiri  50 anak yatim dan seluruh pegawai BPPT, kegiatan ini dilakukan setiap tahunnya ketika memasuki bulan Ramadhan.

Kegiatan ini di awali dengan ceramah agama yang di lakukan oleh K.H AHMAD SIDDIQ, M.Ag dan diikuti oleh seluruh pegawai BPPT beserta anak yatim yang hadir mengikuti acara buka bersama,acara di lanjutkan dengan santunan kepada anak yatim, kemudian acara ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama.

Anak-anak yatim sesungguhnya adalah sama. Tak perlu bagi kita membedakan mereka. Mereka pun sama seperti kita, bahkan bisa melebihi kita. Yang terpenting bagi kita adalah saling memberi motivasi agar semangat dalam menjalani hidup ini. Tak jarang, bahkan mereka anak-anak yatim justru banyak yang lebih berprestasi dari kita. Santunan-santuan ataupun bantuan-bantuan yang kita berikan kepada mereka pun, bukan bermaksud untuk menjadikan ketergantungan mereka kepada kita. Tidak… Bukan seperti itu. Anak-anak yatim sama seperti kita. Mereka harus punya motivasi tinggi untuk hidup mandiri. Mereka harus bisa tegar, semangat, pantang putus asa. Tak perlu jauh-jauh harus meneladani siapa. Rasulullah SAW cukup dijadikan teladan untuk anak-anak yatim. Bahkan bukan anak-anak yatim saja. Kita semua wajib meneladani Rasulullah. Rasulullah jelas, lahir dalam keadaan yatim, tapi kemudian tidak menjadikan Beliau menjadi manusia yang lemah. Justru Beliau adalah manusia yang paling mulia.